Bullying

3 Saran dari Pakar jika Sekolah Gagal Cegah Kasus “Bullying”

Psikolog Pendidikan Anak Tika Bisono menilai tindakan perundungan atau bullying bisa dicegah oleh pihak sekolah. Tika mengatakan, harusnya sekolah mampu lebih berperan untuk menghambat semua tindak kekerasan utamanya yang terjadi di dalam lingkungan sekolah.

“Sekarang jikalau apabila di dalam sekolah saja kenceng (aturannya), pasti orangtuanya dapat ikut. ‘Di luar awas ya’,” kata Tika.

Ia menuturkan, sebagai civitas akademika, sekolah harusnya mampu menegakkan semua aturannya pada siswa dan guru.

Menurut Tika, sekolah yang gagal menghambat tindakan bullying, mesti diberikan sanksi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sehingga kekerasan tersebut tidak ulang terjadi di sekolah.

“Mereka civitas akademika kok, ya aturan sekolahnya dong yang berperan,” ujarnya.

Berikut beberapa petunjuk sanksi yang mesti diberikan ke sekolah daerah terjadinya kekerasan juga bullying, serta kami akan membahas tentang permainan dari situs nexus slot dan slot deposit qris 5rb  :

1. Diberikan peringatan

Tika menerangkan, sekolah yang jadi daerah terjadinya tindak kekerasan mesti diberikan sanksi bersifat peringatan mendapat penilaian tidak baik dalam proses riwayat sekolah.

“Konsekuensinya paling mudah diskors bersama cara diberikan surat bahwa sekolah Anda sudah dinilai tidak baik sebab terkandung peristiwa pembully-an atau pelecehan,” tuturnya.

2. Dicatat dalam proses terpadu riwayat sekolah

Sistem riwayat sekolah tersebut nantinya mampu dibuka para orangtua yang sedang mencari sekolah untuk anaknya.

“Semua kasus tercatat di pc yamg semua mampu akses. Jadi jikalau orang senang cari sekolah mampu melihat akses ini sekolah sehat atau enggak,” ungkap Tika.

3. Tidak boleh menerima siswa baru

Terakhir, lanjut Tika, sekolah yang kedapatan tersedia kasus bullying atau kekerasan lainnya mesti diberi hukuman untuk tidak menerima siswa baru selama satu tahun.

“Diskors tidak boleh menerima siswa satu tahun. Atau ditahan perpanjangan izin sekolahnya. Mereka harusnya pasti mikir (jangan sampai tersedia kasus kekerasan di sekolah),” pungkas Tika Bisono.