Kurikulum Merdeka

Berikan Perubahan, Guru dan Satuan Pendidikan Dukung Kurikulum Merdeka

Rencana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menerapkan Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional jadi tahun 2024 beroleh sambutan positif dari para pemangku kepentingan di sektor pendidikan.

Kurikulum Merdeka dinilai udah mempunyai pergantian di dalam kegiatan belajar dan mengajar. Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mamboro, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Dominggus menolong rencana implementasi Kurikulum Merdeka secara nasional.

Menurut dia, Kurikulum Merdeka udah mendorong pergantian paradigma pembelajaran yang lebih menyenangkan dan berpusat terhadap peserta didik dan juga dapat sesuai dengan karakteristik daerah.

“Saya terlalu setuju kecuali Kurikulum Merdeka jadi kurikulum nasional udah sesuai keperluan pendidikan di Indonesia waktu ini. Kurikulum Merdeka terhitung tidak membedakan lagi sekolah yang di kota dan di desa, semua satuan pendidikan miliki hak kemerdekaan di dalam mewujudkan visi misi pendidikan Indonesia,” kata dia di dalam keterangannya, Jumat (22/12/2023).

Dominggus menceritakan SMAN 1 dulu mengalami krisis pembelajaran sebelum menerapkan Kurikulum Merdeka. Penyebabnya adalah proses pembelajaran yang monoton disampaikan para guru, belum ada platform belajar bagi pendidik sesuai keperluan waktu ini, dan juga situasi sekolah yang berada di lokasi terpencil. Selain itu, pihaknya terhitung menghadapi kurangnya stimulan para peserta didik di dalam mengembangkan diri.

Baca juga:

Mengenal Apa Itu Djarum Beasiswa Plus

Sekolah Terbaik untuk Anak, Pilih Negeri atau Swasta?

“Terjadinya pergantian pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat kepada peserta didik dan pengembangan penguatan profil pelajar Pancasila yang sesuai karakteristik sekolah sehingga ada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik,” ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Guru SMAN 4 Ternate, Maluku Utara, Santi Evaria perlihatkan dukungannya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka jadi kurikulum nasional.

“Saya menolong Kurikulum Merdeka jadi kurikulum nasional sebab pengaruh positif yang berarti terhadap peserta didik,” tutur Santi.

Menurut Santi, Kurikulum Merdeka terlalu tepat untuk menghadapi tantangan pendidikan Indonesia waktu ini. Kurikulum Merdeka adalah jawaban atas perkembangan zaman yang begitu cepat dan juga pergantian situasi siswa pasca pandemi Covid-19. Dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, para guru dapat lebih mengenali bakat dan minat siswa.

“Saya sebagai guru rasanya lebih fleksibel dan diberikan kebebasan di dalam berinovasi dan tidak terkungkung dengan susunan yang dibatasi sepanjang ini. Para guru dapat menggali dan mengeksplorasi kemampuan, minat, dan juga bakat para siswa,” ungkap Santi.

Santi meminta dengan implementasi Kurikulum Merdeka secara nasional dapat tambah mempercepat peningkatan kualitas dan kompetensi guru.

“Serta pengaruh untuk para siswa dapat membuahkan generasi yang sebetulnya yang diperlukan oleh masyarakat. Dengan miliki kompetensi, keterampilan spiritual, keterampilan sosial dan juga pengetahuan yang baik sehingga mereka siap menghadapi tantangan kedepan dan jadi manusia yang merdeka di atas kakinya sendiri,” kata Santi.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo udah menyebutkan di awalnya udah ada 80 persen sekolah di semua jenjang secara sukarela udah menerapkan Kurikulum Merdeka. Dia meyakinkan Kurikulum Merdeka akan diproyeksikan jadi kurikulum nasional terhadap 2024.

“Mereka yang tetap manfaatkan Kurikulum 2013, dapat bertahap beralih jadi Kurikulum Merdeka,” tutup Anindito.