Daftar Menteri Pendidikan di Era Presiden Soeharto, Siapa Saja?

Era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto berlangsung selama 32 tahun, tepatnya dari tahun 1966 hingga 1998. Pada masa Orde Baru, terjadi banyak momen bersejarah yang terkait dengan tata pemerintahan dan kebijakan, salah satunya di bidang pendidikan.

Kebijakan pendidikan di masa ini mengalami banyak perubahan, termasuk jabatan menteri pendidikan di masa Orde Baru. Berikut daftar lima menteri pendidikan di era Presiden Soeharto.

Mashuri Saleh

Sebelum menjadi Menteri Pendidikan di Kabinet Pembangunan I, Mashuri Saleh telah lebih dulu berprofesi di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada 1966. Selain itu, dia juga pernah menjadi Menteri Penerangan, Wakil Ketua MPR/DPR, dan member DPA.

Prof Dr Sumantri Brojonegoro

Meskipun sempat ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan tahun 1973, Sumantri Brojonegoro spaceman pragmatic adalah tokoh dengan latar belakang ilmu eksak. Ia adalah guru besar teknik kimia Institut Teknologi Bandung yang kemudian menjabat Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral 1967-1973. Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia.

Prof. Dr. Syarif Thayeb

Syarif Thayeb ditunjuk untuk menggantikan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1974-1978. Latar belakang Syarif rupaya tidak bermula dari bidang pendidikan, melainkan bidang kedokteran.

Dr. Daud Joesoef

Semasa hidupnya, Daoed Joesoef diketahui sebagai cendekiawan multitalenta yang menghapus politik kampus. Kebijakan yang dia keluarkan adalah NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) untuk membersihkan kampus dari aktivitas politik. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara pada 8 Agustus 1926 ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Pembangunan III, masa bakti 1978-1983.

Prof. Dr. Nugroho Notosusanto

Meskipun sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Nugroho Notosusanto juga diketahui sebagai sastrawan. Pria yang kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1959 ini banyak menulis kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda. Nugroho menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Pembangunan IV dari 1983 hingga 1985.

Prof. Dr. Fuad Hassan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Pembangunan V ini awalnya bermimpi ingin menjadi konduktor. Ia terinspirasi dari ayahnya yang seorang pemain mandolin, Ahmad Hassan. Sejak kecil, Fuad Hassan pun telah terampil bermain biola. Fuad Hassan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Universitas Toronto, dan kembali ke Universitas Indonesia untuk meraih gelar doktor.

Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro

Di masa Orde Baru, Wardiman Djojonegoro menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Pembangunan VI. Jabatan ini diembannya selama lima tahun, dari tahun 1993 hingga 1998. Pada 2009, Wardiman mendapatkan bintang jasa \\\”The Order of the Rising Sun, Gold, and Silver Star\\\” dari pemerintah Jepang atas kontribusinya dalam memaksimalkan pertukaran akademik dan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang.

Prof. Dr. Wiranto Aris Munandar

Menteri pendidikan terakhir pada masa Orde Baru adalah Wiranto Aris Munandar. Ia mengawali jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Pembangunan VII tahun 1998. Selain menjadi menteri, Wiranto pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung periode 1988-1997 serta Penasihat Spesialis di Industri Pesawat Terbang Nusantara.