Dinas Pengajaran Kota Ambon imbau sekolah terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Dinas Pengajaran (Disdik) Kota Ambon, Provinsi Maluku mengimbau segala sekolah di tempat itu menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar sesuai undang-undang Menteri Pengajaran, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kurikulum Merdeka Belajar sebelumnya diketahui sebagai kurikulum prototipe, ialah penyempurnaan kurikulum satuan pendidikan atau Kurikulum 13,yang diinginkan lantas ditetapkan di satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Ambon,” kata Kepala Dinas Pengajaran Kota Ambon Ferdinand Tasso di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan beberapa besar sekolah maupun gugus di Kota Ambon sudah melakukan pelatihan slot spaceman pemakaian Kurikulum Merdeka Belajar dengan alternatif mandiri, ialah mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi.

Terdata empat sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar secara tepat sasaran, ialah SD Negeri 70, SD Negeri 64, SD Negeri 4, dan SD Negeri 39 Kota Ambon.

Dikala ini, kata Ferdinand, para guru pionir di sekolah sudah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, berbagi ilmu dengan para guru dan sekolah pionir lainnya, guna mempersiapkan pemakaian kurikulum tersebut di tahun ajaran baru.

“Guru pionir ini menjadi embrio pemakaian Kurikulum Merdeka di sekolah lainnya, diinginkan bisa digunakan di segala sekolah di Ambon,” ujarnya.

Ia menambahkan Kurikulum Merdeka Belajar untuk mengasah atensi dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta ajar.

Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, kata ia, peserta ajar tak akan lagi “dipaksa” untuk mempelajari mata pembelajaran yang bukan menjadi atensi utamanya. Peserta ajar bisa dengan “merdeka” memilih materi yang berkeinginan dipelajari sesuai atensi masing-masing.

“Inti dari Kurikulum Merdeka ialah Merdeka Belajar, ialah konsep yang dihasilkan agar siswa bisa mendalami atensi dan bakatnya masing-masing,” katanya.