Ketidakseimbangan Pengajaran Di Inggris Termasuk Yang Tertinggi

Ketidakseimbangan Pengajaran Di Inggris Termasuk Yang Tertinggi – Banyak orang, di seluruh spektrum politik, memandang pengajaran sebagai kunci untuk mengatasi seluruh ketidaksetaraan. Kalau anak-anak memiliki peluang yang sama dan jalan masuk ke pengajaran berkualitas, maka semuanya akan bagus-bagus saja.

Tetapi, seperti yang digambarkan oleh sebuah laporan baru, negara kaya benar-benar bervariasi dalam hal seberapa besar kesenjangan antara pencapaian pengajaran anak kaya dan anak miskin.

Akses Pengajaran
Laporan Unicef, An Unfair Start, memandang ketidaksetaraan pengajaran di 41 negara terkaya di dunia, yang meliputi ketidaksetaraan dari jalan masuk ke pengajaran anak umur dini hingga ekspektasi pengajaran pasca sekolah menengah.

Inggris menempati urutan ke-16 dari atas dalam hal ketidaksetaraan pengajaran selama tahun-tahun sekolah menengah, yang kedengarannya tidak terlalu buruk, tapi Inggris menempati urutan ke-23 dalam ketidaksetaraan selama tahun-tahun sekolah dasar. Ini merupakan nilai yang menyedihkan bagi ekonomi terbesar kelima di dunia. pokerindonesia

Ketidakseimbangan Pendapatan
Tetapi ini bukan pertama kalinya Inggris mendapatkan peringkat buruk dalam mendorong anak-anak dibandingi dengan negara lain. Dan spaceman penelitian sudah menonjolkan bahwa kesejahteraan anak berkaitan lantas dengan ketidaksetaraan pendapatan. americandreamdrivein.com

Jadi, sebab Inggris belum berbuat banyak untuk mengurangi tingkat ketidakseimbangan pendapatan yang tinggi selama dekade terakhir, tidak banyak perubahan dalam prestasi anak-anak Inggris.

Pada tahun 2007, Unicef ​​menerbitkan laporan pertamanya tentang kesejahteraan anak di negara kaya. Inggris, yang mengejutkan, berada di peringkat paling bawah dengan kesejahteraan anak yang lebih buruk daripada negara lain. Juga rupanya ada relasi yang kuat dan signifikan antara tingkat ketidaksetaraan pendapatan suatu negara kesenjangan antara kaya dan miskin dan seberapa bagus prestasi anak-anak.

Sejak itu, Unicef ​​sudah mengulangi latihan memperbandingkan negara-negara kaya – dengan laporan pada tahun 2013 dan 2016. Di banyak dimensi kesejahteraan anak, Inggris memiliki daya kerja yang buruk, sering kali diungguli oleh negara-negara yang jauh lebih miskin, seperti negara-negara Portgual dan Eropa Timur.

Pengajaran Bermutu Rendah
Memecahkan ketidaksetaraan pengajaran tidak semestinya berarti mengorbankan standar yang tinggi. Faktanya, laporan baru Unicef ​​menonjolkan bahwa negara-negara dengan pencapaian rata-rata yang lebih tinggi memiliki kesenjangan yang lebih rendah dalam nilai membaca antara pembaca terbaik dan terburuk.

Di sekolah dasar, Belanda melaksanakannya dengan benar-benar bagus, dengan daya kerja rata-rata yang tinggi dan kesenjangan yang kecil. Selandia Baru melaksanakannya dengan benar-benar buruk, dengan rata-rata rendah dan kesenjangan daya kerja yang besar.

Jelas juga bahwa pendapatan tinggi bukanlah jaminan kualitas pengajaran yang tinggi. Sebagian negara yang lebih miskin dalam kelompok hal yang demikian Latvia, Estonia, Kroasia memiliki daya kerja yang lebih bagus daripada sebagian negara yang lebih kaya, seperti Inggris, AS atau Swedia.

Laporan hal yang demikian juga menonjolkan bahwa anak perempuan secara tetap berprestasi lebih bagus daripada anak laki-laki. Dan anak-anak migran berprestasi lebih rendah dibandingi anak-anak non-migran di kebanyakan negara padahal di Australia dan Kanada, anak-anak imigran generasi kedua mengungguli anak-anak non-migran.

Latar belakang keluarga juga rupanya menjadi penunjang utama pencapaian dan ketidaksetaraan. Hati-anak dari latar belakang kelas sosial yang lebih rendah ketinggalan dari teman sepermainannya dari latar belakang kelas sosial yang lebih kaya dan lebih tinggi dari prasekolah dan seterusnya. Tak satu malah dari ini merupakan isu, fakta-fakta ini diketahui oleh peneliti pengajaran dan juga guru.

Bagaimana Membuatnya Lebih Baik
Ada juga problem bahwa keterjangkauan prasekolah dan pengasuhan anak menjadi penghambat jalan masuk bagi banyak keluarga. Penelitian menonjolkan bahwa di negara-negara di mana terdapat lebih banyak kesenjangan antara keluarga kaya dan miskin yang memiliki anak di pengajaran anak umur dini, lebih sedikit anak yang bersekolah secara keseluruhan.

Dan di London, umpamanya, malah ketika ada bekal prasekolah free, anak-anak dari daerah yang lebih makmur kemungkinan besar akan menempati daerah hal yang demikian. Ketidakseimbangan pengajaran juga menjadi lebih buruk ketika lebih banyak pemisahan anak kaya dan miskin di sekolah.

Unicef ​​berhati-hati dalam proposal mereka untuk mengurangi ketidaksetaraan pengajaran. Mereka memerlukan data yang lebih bagus dan lebih memandang kesetaraan daripada pencapaian rata-rata, lebih memandang stereotip gender dan campuran gender dalam profesi guru, dan fokus pada keterampilan dasar.

Pengajaran Dan Perawatan Dini
Mereka juga menyerukan pengajaran dan perawatan dini yang berkualitas tinggi untuk dijamin bagi seluruh anak. Tetapi berhenti sebentar untuk memberi rekomendasi itu semestinya free untuk seluruh.

Dalam proposal mereka yang paling berani, mereka memberi rekomendasi bahwa kesejahteraan dan tunjangan bagi keluarga dan berkurangnya segregasi sosial ekonomi di sekolah akan membantu mengurangi ketidaksetaraan pengajaran.

Tetapi kita perlu lebih radikal seandainya kita berkeinginan mengurangi ketidaksetaraan pengajaran: beralih ke pemecahan akar penyebab yang mengakar di sumbernya.

ini dapat dijalankan dengan mewujudkan ekonomi di mana kesejahteraan anak merupakan tujuan utama dan menyeluruh bukan sesuatu yang cuma dipikirkan setiap sebagian tahun, ketika Unicef ​​mengungkapkan bagaimana generasi masa depan gagal.