Memahami Tujuan dan Fungsi Pendidikan di Indonesia

Pendidikan sejatinya adalah sesuatu yang punya peran sebagai pondasi didalam kehidupan manusia. Oleh dikarenakan itu, penyelenggaraan pendidikan mesti ditunaikan dengan sebaik kemungkinan dan berorientasi kepada jaman depan. Pendidikan sendiri punya tujuan utama untuk menjadi tempat didalam melakukan pengembangan potensi dan mencerdaskan manusia supaya siap menghadapi kehidupan di jaman yang akan datang.

Pendidikan didalam sebuah negara mampu dikatakan sebagai tidak benar satu perihal yang benar-benar penting untuk diperhatikan dan ditingkatkan. Alasanya adalah peningkatan proses pendidikan yang berjalan dengan baik, secara segera merupakan keberhasilan dari sebuah negara didalam melakukan pembangunan sumber energi manusia yang kelak akan memegang tanggung jawab suatu negara.

Dalam lingkup yang luas, pendidikan mampu dikatakan sebagai proses untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan juga formalitas yang akan digunakan menjadi warisan dari satu generasi menuju generasi selanjutnya. Proses pembelajaran sendiri di awali dari pengajaran, pelatihan, sampai penelitian. Pendidikan terhitung mampu menjadi langkah didalam usaha menambah kecerdasan, budi pekerti, kepribadian, dan keterampilan yang akan berfungsi bagi diri sendiri dan orang lain disekelilingnya.

Dalam konteks yang sempit, pendidikan biasa dimengerti sebagai sekolah. Sekolah merupakan area bagi siswa atau murid untuk melakukan proses pembelajaran dengan tujuan mendapatkan ilmu dan punya pemahaman mengenai sesuatu yang membuatnya menjadi seorang manusia yang kritis dan kreatif.

A. Tujuan Pendidikan
Tujuan utama yang mesti menjadi orientasi didalam pendidikan tidak benar satunya adalah link spaceman mengembangkan potensi dan mencerdaskan manusia menjadi jadi lebih baik. Tujuan pendidikan ini termuat didalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 yang berbunyi, sebagai berikut:

Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan juga peradaban bangsa yang bermartabat didalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, punya tujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan juga bertanggung jawab.

Namun, sebelum saat berlanjut mengulas tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Kita mesti melihat pernah perkembangan tujuan pendidikan dari awal kemerdekaan sampai yang terbaru. Berikut ini adalah tujuan pendidikan dari ketentuan yang pernah disahkan oleh pemerintahan Indonesia dari tahun ke tahun:

1. Tujuan Pendidikan Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 atau diubah menjadi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954 merupakan Undang-Undang mengenai Sistem Pendidikan Nasional yang kali pertama disahkan dan digunakan oleh pemerintah Indonesia. Penyelenggaraan pendidikan sebenarnya tidak segera lahir begitu saja, pendidikan Indonesia banyak mengalami proses yang memadai panjang untuk mencapai pendidikan khas Indonesia sendiri.

Pendidikan sendiri bukanlah persiapan untuk hidup, tapi pendidikan adalah kehidupan bagi umat manusia sendiri. Walaupun pemerintah Indonesia di awal kemerdekaan udah mengesahkan UU No. 4 Tahun 1950, tapi proses pendidikan yang berjalan di penduduk tetap berjalan mengfungsikan proses pendidikan kolonial, dan terasa mampu diterapkan secara perlahan-lahan.

Sebagai undang-undang yang disahkan oleh negara yang baru merdeka, UU No. 4 Tahun 1950 punya tujuan untuk merubah dari proses pendidikan kolonial menjadi proses pendidikan yang lebih perhatikan rakyat yang baru saja merdeka. Semangat memerdekaan rakyat Indonesia merupakan tujuan utama dari Undang-Undang ini. Hal itu mampu diamati terhadap pasal 3 dan pasal 4 tersebut ini:

a. Pasal 3
Berdasarkan Bab III Pasal 3 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950, tujuan pendidikan negara Indonesia adalah membentuk manusia susila yang cakap dan juga menjadikannya warga negara yang bersikap demokratis dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan penduduk dan tanah air Indonesia.

b. Pasal 4
Berdasarkan Bab II Pasal 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950, tujuan pendidikan dan pengajaran yang idamkan dicapai yaitu menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan punya budi pekerti yang luhur, punya ilmu dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan independent dan juga rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan pendidikan tersebut secara segera disesuaikan dengan asas-asas yang terdapat terhadap kelima sila Pancasila dan juga tersurat didalam Undang Undang Dasar 1945.

2. Tujuan Pendidikan Menurut UU No. 2 Tahun 1985
Setelah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 menjadi basic dari tujuan pendidikan terhadap jaman awal kemerdekaan. Perkembangan zaman akhirnya membawa dampak pemerintahan jaman Presiden Soeharto terhadap kala itu melakukan penambahan terhadap tujuan pendidikan Indonesia.

Berdasarkan Undang Undang No. 2 Tahun 1985, tujuan pendidikan yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan terhitung untuk mengembangkan manusia yang seutuhnya. Maksud dari manusia sepenuhnya yang disebutkan di didalam pasal 4 mampu dimaknai dengan manusia yang cerdas secara komprehensif.

Hal itu cocok delapan jenis kecerdasan yang udah dirumuskan didalam Renstra Kementerian Pendidikan, yaitu: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, budi pekerti yang luhur, keterampilan dan ilmu yang memadai, kesehatan jasmani dan rohani yang baik, dan juga kepribadian yang mantap, mandiri, dan terhitung membawa rasa tanggung jawab didalam urusan bermasyarakat dan berbangsa.

3. Tujuan Pendidikan Menurut UU No 20 Tahun 2003
Berdasarkan Bab II Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, basic pendidikan nasional yaitu pendidikan nasional yang berdasarkan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Secara normatif, ketetapan basic pendidikan nasional ini punya kemiripan dengan undang-undang sebelumnya.

Selanjutnya, merujuk terhadap pasal 3 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan juga bertanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Nasional yang terdapat didalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 merupakan tujuan pendidikan yang menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai basic untuk menyelenggarakan pendidikan.

UU Nomor 20 Tahun 2003 mampu disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Indonesia yaitu untuk mengembangkan potensi para pelajar didalam perihal ini peserta didik supaya mampu menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahas Esa.
Selain itu, siswa terhitung diinginkan mampu membawa kepribadian yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, mulia, kreatif, sehat, dan yang paling penting adalah membentuk pelajar menjadi warga negara yang punya sikap demokratis dan terhitung bertanggung jawab.

Pemerolehan dan pengembangan pendidikan mampu membawa dampak peserta didik punya keinginan atau semangat untuk menjadi privat yang lebih baik di didalam bermacam segi kehidupan. Pendidikan yang baik dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi terhitung merupakan suatu syarat utama yang dibutuhkan untuk menopang memajukan bangsa Indonesia.