Pendampingan Teaching Factory Dari Sekolah SMK Negeri 1 Kota Surabaya

Pentingnya penyediaan sumberdaya manusia (SDM) yang piawai dihasilkan pemerintah via kebijakan peningkatan kwalitas pengajaran kejuruan yang memberi perhatian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pengembangan SMK ketika ini mulai bergerak dari orientasi pasar energi kerja lokal terhadap pasar energi kerja ASEAN menyambut masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), serta mempersiapkan para alumni dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship).

Penerapan teaching factory di SMK yakni wujud dari salah satu upaya Direktorat Pembinaan SMK untuk lebih mempererat kerjasama atau sinergi antara SMK dengan industri.

Teaching factory menjadi konsep slot minimal depo 5k pelajaran dalam kondisi yang sebenarnya untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang dikasih sekolah dan keperluan industri.

Teaching factory yakni pengembangan dari unit produksi yakni pengaplikasian metode industri mitra di unit produksi yang sudah ada di SMK.

Unit produksi yakni pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan perlengkapan, peningkatan SDM, dan lain-lain juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya.

Penerapan unit produksi sendiri mempunyai landasan peraturan yakni Regulasi Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yakni “Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi energi kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional.”

Pembelajaran via teaching factory bertujuan untuk menumbuh-kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan, dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kwalitas hasil pelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training).

Pembelajaran Teaching Factory yakni figur pelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang merujuk pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Progres Teaching Factory menuntut keterlibatan totaliter pihak industri sebagai pihak yang relevan mengevaluasi kwalitas hasil pengajaran di SMK.

Narasumber pada pendampingan Teaching Factory yakni OKKy Try Hutomo MT dari Amigroup PT Awak Media