Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Tingkatkan Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Disdik Jabar Bangun ULD

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Wahyu Mijaya mengatakan, pihaknya tetap mengusahakan meningkatkan layanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Salah satu caranya bersama dengan membuat inovasi bersama dengan mendirikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai pengganti sekolah.

“Kita sadar bahwa membangun sekolah itu biayanya mahal. Pendirian ULD ini untuk mendekatkan fasilitas yang lebih memungkinkan,” kata Wahyu dilansir berasal dari laman formal Disdik Jawa Barat, Selasa (2/1/2024).

Wahyu menjelaskan, terhadap ULD guru selamanya ada, tapi guru tersebut mempunyai fleksibilitas mampu datang ke daerah-daerah lain yang membutuhkan untuk dapat bermain mahjong ways.

“Gurunya tetap, tapi mampu datang ke area yang membutuhkan pelayanan. Jadi, tidak hanya di sekolah induk. Sudah ada di lebih dari satu area dan respon penduduk terhitung memadai baik,” ungkapnya.

Terkait Sekolah Luar Biasa (SLB), Disdik terhitung mengusahakan untuk mengalihkan menjadi sekolah negeri yang berada di bawah naungan pemerintah.

Sepanjang th. 2023, Disdik Jawa Barat sudah mengalihkan enam SLB menjadi sekolah negeri. Paling terakhir membuka alih standing SLB Putra Pasundan 2 Banjar menjadi SLB Negeri Langensari Kota Banjar.

“Tahun ini, alih standing SLB negeri ada enam, yakni dua di Kota Bogor, dua Kabupaten Ciamis, satu Indramayu, dan satu di Kota Banjar,” kata Wahyu dilansir berasal dari laman formal Disdik Jawa Barat, Selasa (2/1/2024).

Disdik Jawa Barat, kata Wahyu, terhitung mencatat ada keseluruhan 391 SLB di Jawa Barat, 57 di antaranya sudah berstatus sekolah negeri.

Wahyu pun berterima kasih atas seluruh jasa guru yang tidak dulu letih mendidik anak-anak muridnya terlebih yang mendapat ke istimewaan berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Ia terhitung menghendaki para peserta didik bersama dengan keunggulan mampu berhasil dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.

“Kita tidak dulu sadar ke depan putra-putri kita akan menjadi apa, tapi para guru tak dulu letih mendidik,” ujarnya.

“Kita tidak dulu mampu membuat perubahan arah angin, tapi kita mampu membuat perubahan layar untuk menuju tujuan. Kita tidak mampu membuat perubahan nikmat Allah, tapi kita mampu mengoptimalkan potensi putra-putri kita,” ucap Wahyu.